IMG-LOGO
Home Semua Berita Sekda PPU: Job Fair Jadi Jembatan Pencari Kerja dengan Dunia Industri di Tengah Tantangan Ekonomi
Berita Pemerintah

Sekda PPU: Job Fair Jadi Jembatan Pencari Kerja dengan Dunia Industri di Tengah Tantangan Ekonomi

oleh ADMINISTRATOR - 05 Agustus 2026 56 Views
IMG

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) berkolaborasi dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) se-Kabupaten Penajam Paser Utara menggelar Job Fair PPU Tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 Agustus 2026, di Gedung Graha Pemuda Penajam ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, mewakili Bupati PPU.

Sebanyak 26 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara berpartisipasi dalam pameran bursa kerja tersebut dengan menyediakan sekitar 250 lowongan pekerjaan dari berbagai bidang usaha.

Adapun perusahaan yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor, yakni sektor perbankan dan keuangan sebanyak 10 perusahaan, jasa dan industri 5 perusahaan, perkebunan 3 perusahaan, perhotelan 3 perusahaan, kesehatan 2 perusahaan, telekomunikasi dan jaringan seluler 1 perusahaan, serta otomotif 2 perusahaan.

Usai membuka kegiatan, Sekda PPU Tohar menjelaskan bahwa pelaksanaan Job Fair tahun ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi masyarakat memperoleh informasi dan akses terhadap lapangan pekerjaan, meskipun kondisi ekonomi nasional masih memberikan tantangan terhadap pertumbuhan investasi.

Menurutnya, jumlah perusahaan yang berpartisipasi memang belum mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut tidak terlepas dari perlambatan investasi yang berdampak pada terbatasnya pembukaan lapangan kerja baru.

"Kalau tidak ada investasi baru, maka peluang pembukaan lowongan kerja juga akan terbatas. Namun kita patut bersyukur karena di Penajam Paser Utara masih bisa menyelenggarakan Job Fair. Bahkan, berdasarkan informasi dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Timur, ada daerah yang tahun ini belum dapat melaksanakan kegiatan serupa karena minimnya kebutuhan tenaga kerja," ujar Tohar.

Ia juga menyoroti perubahan kebutuhan dunia kerja yang kini semakin mengarah pada tenaga kerja dengan kompetensi dan keahlian khusus. Banyak perusahaan, lanjutnya, membutuhkan posisi-posisi strategis seperti manajer pemasaran maupun tenaga profesional lainnya yang memiliki kemampuan spesifik.

"Fenomena ini menjadi tantangan bersama. Dunia usaha kini lebih banyak mencari tenaga kerja dengan kualifikasi tertentu, sementara kebutuhan tenaga kerja umum relatif lebih sedikit. Karena itu peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi sangat penting agar mampu bersaing di pasar kerja," katanya.

Tohar menambahkan, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh struktur perekonomian yang masih didominasi pembiayaan konsumtif dibandingkan investasi produktif.

Berdasarkan pengamatannya terhadap sektor perbankan, porsi pembiayaan untuk investasi yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru masih relatif kecil.

"Data yang kami cermati menunjukkan pembiayaan investasi masih sekitar 18 persen, sedangkan sisanya lebih banyak untuk konsumsi. Padahal investasi produktif inilah yang mampu melahirkan usaha baru sekaligus membuka kesempatan kerja yang lebih luas," jelasnya.

Ia mengungkapkan, apabila seluruh 250 lowongan yang tersedia pada Job Fair tahun ini berhasil terisi, jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan jumlah pencari kerja yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Karena itu pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri menciptakan lapangan pekerjaan. Peran pemerintah adalah memberikan dukungan melalui penyediaan infrastruktur dasar, kemudahan pelayanan perizinan sesuai ketentuan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak investor masuk dan membuka kesempatan kerja baru," tegasnya.

Melalui Job Fair 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap tercipta hubungan yang lebih efektif antara perusahaan dan para pencari kerja, sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Turut hadir dalam pembukaan Job Fair 2026 antara lain perwakilan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, unsur Forkopimda, Asisten III Setkab PPU, para Staf Ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, kepala SMK se-Kabupaten Penajam Paser Utara, serta ratusan pencari kerja.(Wan/*DiskominfoPPU)