IMG-LOGO
Home Semua Berita Pagelaran Sang Askarya 2026 Sedot Perhatian Warga PPU, Hadirkan 200 Seniman dan 25 Koreografi di Satu Panggung
Berita Internal

Pagelaran Sang Askarya 2026 Sedot Perhatian Warga PPU, Hadirkan 200 Seniman dan 25 Koreografi di Satu Panggung

oleh ADMINISTRATOR - 12 September 2026 69 Views
IMG

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara resmi membuka Pagelaran Sang Askarya 2026, sebuah pertunjukkan seni dan budaya akbar yang berlangsung meriah di Alun-Alun Penyembolum, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Sabtu malam (12/9/2026).

Acara tahunan ini melibatkan 200 pelaku seni lokal yang menyajikan 25 karya koreografi spektakuler dalam satu panggung. Selain menjadi sarana hiburan, perhelatan ini bertujuan menjadi wadah edukasi budaya, ruang ekspresi bagi seniman muda, serta sarana mempererat persatuan masyarakat PPU.

Pagelaran secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Margono Hadi Susanto, yang hadir mewakili Bupati Penajam Paser Utara.

Dalam sambutannya, Margono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, khususnya Sanggar Seni Borneo Benuo Taka, serta seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan acara tersebut.

"Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk merawat identitas budaya, menumbuhkan kreativitas, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Seni dan budaya adalah identitas daerah yang harus kita jaga bersama sebagai warisan bagi generasi mendatang," ujar Margono.

Ia menambahkan, di tengah posisi PPU yang kian strategis sebagai Gerbang Nusantara, penguatan akar budaya daerah menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan dan kemajuan zaman.

"Mari kita terus memberikan ruang bagi seniman dan komunitas lokal untuk berkarya. Dari karya yang lahir malam ini, kita rawat budaya, bangun kreativitas, dan tinggalkan jejak berarti bagi masa depan Benuo Taka," pungkasnya.

Sementara itu, Founder Sang Askarya, Ary Febrian Amsis, mengaku bangga dan terharu atas konsistensi penyelenggaraan event ini yang kini memasuki tahun kedua. Menurutnya, Sang Askarya berawal dari mimpi sederhana anak muda PPU untuk memiliki panggung pertunjukan yang sejajar dengan daerah lain di luar Kalimantan.

"Alhamdulillah, berkat keyakinan dan kerja keras bersama, mimpi itu menemukan jalannya. Di balik karya hebat malam ini, ada puluhan penari dan kru Sanggar Seni Borneo Benuo Taka serta dukungan BBT Family yang bekerja luar biasa," kata Ary.

Ary mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pagelaran Sang Askarya selama dua tahun berturut-turut (2025 dan 2026) mendapatkan dukungan pendanaan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Pihaknya juga mengapresiasi dukungan penuh dari Bupati PPU yang terus mempercayai potensi anak daerah.

"Perjalanan dua tahun ini membuat kami terus belajar dan mengevaluasi diri. Kami ingin membuktikan bahwa anak daerah PPU mampu menghasilkan karya yang membanggakan. Budaya akan selalu tetap hidup bersama generasinya ketika kita melakukannya dari hati," tuturnya.

Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU Safwana, Anggota DPRD PPU Jamaluddin, sejumlah pejabat perangkat daerah, komunitas kreatif, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, para seniman dan budayawan, sponsor, pelaku UMKM, serta masyarakat Kabupaten PPU yang antusias menyaksikan pertunjukan.(Wan*/DiskominfoPPU)