IMG-LOGO
Home Semua Berita Dispusip PPU Gelar LITERIA Episode Satu, Perkuat Literasi Budaya dan Transformasi Perpustakaan
Berita Pemerintah

Dispusip PPU Gelar LITERIA Episode Satu, Perkuat Literasi Budaya dan Transformasi Perpustakaan

oleh ADMINISTRATOR - 07 Juli 2026 38 Views
IMG

PENAJAM – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar kegiatan LITERIA (Literasi Interaktif, Riset, dan Arsip Nusantara) Episode 1 di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten PPU, Selasa (7/7/2026).

Mengusung tema "Kuliner, Bahasa, dan Cerita Rakyat sebagai Media Literasi Budaya melalui Program Interaktif di Perpustakaan Daerah", kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten PPU dan daring melalui aplikasi Zoom.

LITERIA merupakan inovasi Dispusip PPU yang bertujuan memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pendekatan literasi, riset, dan pengarsipan. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur pemerintah daerah, akademisi, tokoh adat, arsiparis, anggota legislatif, pelaku UMKM, masyarakat umum, hingga pelajar dari berbagai sekolah sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran dan minat literasi budaya sejak dini.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten PPU, Aswar Bakri, yang mewakili Kepala Dispusip Kabupaten PPU Fatmawati, mengatakan LITERIA merupakan program inovasi tahunan yang dirancang untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar, diskusi, sekaligus pengembangan riset berbasis budaya lokal.

"LITERIA merupakan salah satu bentuk inovasi yang secara konsisten kami laksanakan setiap tahun di Dinas Perpustakaan dan Arsip," ujarnya.

Menurut Aswar, transformasi perpustakaan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga harus mampu menjadi pusat pengembangan pengetahuan dan riset di daerah.

"Intinya adalah bagaimana membangun perpustakaan agar benar-benar bertransformasi, bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem riset, bahkan jika memungkinkan menjadi pusat riset di daerah," tegasnya.

Ia menambahkan, hasil dari kegiatan LITERIA diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi semata, melainkan menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional, termasuk jurnal bereputasi yang terindeks Scopus. Selain itu, hasil kajian juga akan dikemas dalam bentuk e-book populer dan audiobook agar lebih mudah diakses masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi I: Panggung Gagasan (Lightning Talk) yang menghadirkan enam narasumber dari berbagai latar belakang.

Sekretaris Dispusip PPU Aswar Bakri memaparkan materi bertajuk "Transformasi Perpustakaan Daerah melalui Inovasi Literasi, Riset, dan Arsip Nusantara". Perwakilan Lembaga Adat Paser, Aji Luqman Panji, menyampaikan materi "Warisan Budaya Paser dan Strategi Pelestariannya bagi Generasi Mendatang".

Selanjutnya, arsiparis Achmad Zaenuri mengulas "Arsip Budaya sebagai Memori Kolektif dan Identitas Daerah", disusul pelaku UMKM Ishyak yang membahas "Kuliner Tradisional sebagai Identitas Daerah dan Potensi Ekonomi Kreatif".

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten PPU Muhammad Bijak Ilhamdani memaparkan materi mengenai "Dukungan Kebijakan terhadap Literasi Budaya dan Pelestarian Pengetahuan Lokal", sedangkan akademisi Dr. Alma' Arif memberikan tanggapan ahli melalui materi "Kebijakan dan Inovasi dalam Penguatan Literasi dan Budaya di Daerah".

Usai sesi pemaparan, kegiatan berlanjut ke sesi II berupa Focus Group Discussion (FGD). Forum ini membahas lima isu strategis, yakni kondisi budaya lokal saat ini, bahasa dan cerita rakyat sebagai media literasi, pelestarian budaya di kalangan generasi muda, peran perpustakaan dan arsip dalam menjaga pengetahuan lokal, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan kebijakan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi III berupa Game Literasi Interaktif  serta sesi ke IV diisi dengan penyampaian kesimpulan dan rekomendasi hasil diskusi, sekaligus penyerahan cendera mata kepada para narasumber.